BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 13 November 2009

My 1st MinSun's Story : TO HYE SUN WITH LOVE FROM MIN HO (Part 2)


09 November 2009, pkl. 01.30 (waktu Seoul).

Acara pesta kejutan untuk Hye Sun pun berakhir. Dan semuanya telah pulang. Hye Sun juga langsung pulang bersama Ibu dan Hye Jun unnie.

09 November 2009, pkl. 08.00 (waktu Seoul).

Hye Sun bangun dari tidurnya. Tiba-tiba di samping tempat tidurnya, tampak ada tumpukan penuh dengan kado ulang tahun. Dia tersenyum, dan langsung membuka beberapa kado diantaranya. Hye Sun sangat senang, melihat ada banyak kado untuknya. Pandangannya tertuju pada sebuah kado dengan bungkusan bermotif “Batik”. Kado itu terlihat unik baginya. Dia pun tanpa ragu langsung membuka kado tersebut, betapa senangnya Hye Sun, melihat di dalam kado itu tampak sebuah pakaian “Kebaya” berwarna hitam lengkap dengan bawahannya berupa sarung batik. Lalu, ada sebuah album photo di dalam kado itu. Di depannya, terlihat tulisan, “TO HYE SUN WITH LOVE FROM INDONESIA”. Hye Sun kaget dan penasaran. Dia membuka album photo tersebut, dan di halaman depan, terpampang sebuah tulisan,

Anyeonghasseyo, Hye Sun unnie ..

Kami adalah fans mu dari Indonesia. Susah payah kami berusaha mencari tahu alamat mana yang bisa kami pakai untuk mengirim kado ini untukmu.

Dan kami yakin, kalau kamu telah membaca tulisan kami ini, itu artinya kado ini telah tiba dengan selamat ke tangan unnie.

SAENGHIL CUKKA HAMNIDA, Hye Sun unnie.

Kami selalu berharap yang terbaik untukmu, semakin sukses dalam semua karir yang kamu jalankan, dan sehat selalu.

Kami juga sangat berharap kamu bisa selamanya bersama seseorang yang kamu cintai dan kami harap itu adalah Lee Min Ho oppa.

Semoga kamu senang melihat kado dari kami ini. Ini mungkin terlihat tidak mewah, tapi itu tulus dari hati kami.

Gamsahamnida, Hye Sun unnie.

From Indonesia With Love,

Riana dan Nurul .


Hye Sun tersenyum sumringah membaca isi tulisan itu. Di baliknya halaman per halaman dari album photo itu, di bagian pertama album photo itu, penuh dengan photo-photonya, dan yang membuat dia berdecak kagum, di bagian kedua album itu, terlihat banyak sekali foto MinSun (Min Ho and Hye Sun). Dia kaget dan tersipu malu. Melihat banyak foto-foto dia bersama Min Ho dan beberapa Fan picts. Di bagian akhir album photo itu, terpampang foto pengirim kado itu, Riana dan Nurul (LOL. Narsis parah!) hehe. Dan saat Hye Sun mengambil baju kebaya itu, tiba-tiba terjatuh sebuah kotak kecil. Hye Sun membukanya dan melihat, ada 2 buah kalung berwarna emas putih dengan liontin inisial M dan H! Hye Sun sudah bisa menebak kalau maksud dari huruf M adalah Min Ho dan H adalah dirinya Hye Sun.

09 November 2009, pkl. 19.00 (waktu Seoul).

Hye Sun bergegas keluar dari kamar menuju mobilnya, dia sudah hampir telat datang ke acara pesta ulang tahunnya. Hye Sun tampak mengenakan pakaian yang sangat simple tapi tanpa menghilangkan kesan mempesona dari dirinya. Dia memakai colonize sweater berwarna putih dan celana jeans. (colonize sweater.a mirip dengan yang dia pakai saat syuting BOF, di eps 8 ketika Jun Pyo berpura-pura kecelakaan).

Selama perjalanan, Hye Sun terus memandangi telepon genggamnya, tidak ada satupun SMS atau panggilan telepon dari Min Ho. Dia terlihat sangat kecewa dari hari kemarin. Apakah Min Ho sangat sibuk sehingga tidak ada sedikit waktu luangnya untuk mengirim pesan atau meneleponnya? (Hye Sun bertanya dalam hati). 30 menit kemudian, Hye Sun tiba di Manolin Café. Manolin Café tampak mulai ramai dengan para Sunnies yang datang dari berbagai negara. Dan tak lupa juga, beberapa media elektronik dan cetak datang untuk melihat pesta ulang tahunnya itu.

Pesta pun dimulai, semuanya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Hye Sun dan tak lupa memberinya kado ulang tahun. Tiba saatnya, ketika Kim Bum menghampiri Hye Sun, dia memberikan kado ulang tahun darinya.

KB : saenghil chukhae unnie! Ini kado dariku.

HS : gomawo, dongsaeng!

KB : oh iya, kemarin Lee Min Ho-ssi menitipkan kado darinya untukmu kepadaku. Maukah kamu ikut denganku keluar sebentar. (memegang tangan Hye Sun).

HS : Oh, memangnya kado apa yang diberikan Min Ho untukku, sehingga kita harus keluar? (dengan wajah penasaran).

KB : Kau akan tahu sebentar lagi, unnie! (langsung menarik tangan Hye Sun).

Tiba di pekarangan Manolin Café, Hye Sun tampak bingung, sebenarnya kado apa yang diberikan Lee Min Ho untuknya. Kim Bum langsung menunjuk ke sebuah mobil sedan berwarna putih yang letaknya tidak jauh dari mereka berdua.

KB : Itu hadiahnya!

HS : (sambil tertawa) haha. Jangan bercanda! Tidak mungkin kan Lee Min Ho memberikan aku hadiah mobil. (dengan wajah tanpa rasa percaya).

KB : Ne, unnie! Min Ho-ssi memang tidak memberikanmu mobil sebagai hadiah ulang tahun. Tapi dia memberikan isi mobil itu untukmu.

HS : Isi mobil? Apa maksudnya?

Tiba-tiba pintu mobil itu terbuka, tampak seorang supir, membukakan pintu mobil. Dan tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan tinggi badan sekitar 186 cm, mengenakan jas berwarna putih, celana hitam, sepatu pantofel. Di tangannya, tampak serangkai bunga mawar putih di tangan kanan, dan sebuah kotak kecil di tangan kirinya.

Hye Sun terlihat sangat kaget. Antara rasa percaya dan tidak percaya.

HS : Lee Min Ho-ssi ??
Pria itu langsung berjalan mendekati Hye Sun, Kim Bum langsung masuk ke dalam café, meninggalkan mereka berdua. YAK ! Pria itu adalah LEE MIN HO, Pangeran Berkuda Putih Hye Sun (tapi mungkin lebih tepatnya pangeran bermobil putih). LOL. Hehe. Lee Min Ho langsung menghampiri Hye Sun, Hye Sun memperlihatkan senyum sumringahnya, tanda sangat bahagia dan matanya pun mulai berkaca-kaca. Lee Min Ho berdiri di hadapan Hye Sun, tiba-tiba dia berlutut.

Hye Sun sangat terkejut lagi dengan apa yang dilakukan Min Ho itu.

MH : Saenghil cukka hamnida, Noona! (seraya memberikan rangkaian bunga mawar putih kepada Hye Sun).

HS : gamsahamnida, Min Ho-ssi! (menerima bunga dari Min Ho dan memeluk bunga itu). Oh, kamu benar-benar membuat aku terkejut. Kenapa kamu bisa ada disini? Bukankah kemarin kamu bilang, sedang berada di Pulau Jeju?

MH : Ne, Noona! Tadi siang aku memaksa untuk segera kembali ke Seoul. Entah kenapa sejak aku mengirim SMS kepadamu, hatiku terasa kacau, tidak tenang, gelisah, dan yang ada dalam pikiranku hanya Noona. (sambil tersenyum kemudian tertunduk karena malu).

HS : benarkah? Ah, aku benar-benar sangat bahagia akan kejutan darimu ini.

Min Ho lansung mengarahkan sebuah kotak kecil ke hadapan Hye Sun.

MH : (sambil membuka kotak kecil itu) Noona, aku ingin berkata jujur kepadamu. Selama ini, sejak kita syuting bersama di BOF, aku merasakan telah jatuh cinta kepadamu. Aku ingin menjadi orang yang kamu cintai dan menjadi salah satu bagian penting dari hidupmu.

HS : (dengan suara terputus-putus) be..be..benarkah itu? Tapi aku ini lebih tua darimu, kamu lihat kan, aku sekarang sudah berumur 26 tahun.

MH : aku tidak peduli hal itu, Noona! (dengan nada meyakinkan). Percayalah padaku, aku bukanlah orang yang picik yang menjadikan umur sebagai acuan untuk mencintai seseorang. Cintaku tulus padamu, aku ingin melindungimu, seperti Jun Pyo yang selalu berusaha melindungi Jan Di. Aku ingin mencintaimu seperti Jun Pyo mencintai Jan Di, bahkan dalam cerita itu, Jun Pyo lebih tua dari Jan Di, dan itu tidak ada masalah kan?? (meyakinkan Hye Sun).

HS : taa..tapi ..

MH : (memotong pembicaraan Hye Sun) hmm, aku tahu, Noona! Kamu tidak mencintaiku. Maafkan aku, mungkin selama ini aku telah salah paham akan semua perhatian yang Noona beri untukku. (lalu berdiri dan menutup kotak kecil itu).

HS : aniyo! Saranghae Lee Min Ho-ssi (dengan nada suara pelan dan raut wajah tampak malu).

MH : (kaget) benarkah? Kalau begitu maukah kamu mengenakan cincin yang ada di dalam kotak ini?

HS : Ne! (dengan senyumnya yang indah).

Min Ho pun mengenakan cincin putih itu ke jari manis Hye Sun, dan sebaliknya Hye Sun juga mengenakan cincin yang sama ke jari manis Min Ho. Terdapat ukiran di cincin itu, tulisan inisial nama mereka, M dan H .

Min Ho langsung memeluk Hye Sun dengan erat, dan tanpa dia dan Hye Sun sadari, ternyata sudah banyak wartawan yang sejak tadi asyik mengabadikan momen indah mereka berdua itu. Mereka tidak peduli, mereka hanya fokus kepada satu sama lain.

MH : ini janjiku padamu, Noona! Percayalah, aku benar-benar mencintaimu. Aku benar-benar ingin melindungi dan menjadi bagian dari hidupmu.

HS : aku akan selalu ingat janjimu itu, Min Ho-ssi!

MH : dan percayalah juga padaku, aku akan segera menikahimu.

HS : (dengan tertawa) haha. Aku tahu itu!


-TO BE CONTINUE-

cr : nurulzminoz

0 komentar: